Angka Stunting Simalungun Capai 24 Persen, BGN Dorong Perluasan Layanan MBG
Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memprioritaskan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi. Perluasan dilakukan melalui pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menjangkau anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang membutuhkan layanan gizi.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, pemerintah daerah berperan penting dalam menentukan lokasi yang membutuhkan tambahan fasilitas pelayanan gizi. Rekomendasi kepala daerah menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan wilayah pengembangan agar pelaksanaan program sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam dialog bersama sejumlah kepala daerah, Wakil Bupati Simalungun Benny Gusman Sinaga menyampaikan bahwa prevalensi stunting di wilayahnya mencapai 24 persen. Ia berharap pengembangan SPPG dapat membantu memperluas akses pemenuhan gizi sekaligus mendukung upaya penurunan angka stunting.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura mengapresiasi penambahan 37 SPPG di sejumlah wilayah yang telah ditetapkan. Ia berharap pemerintah pusat juga memberi perhatian lebih kepada daerah 3T lainnya agar manfaat program MBG dapat dirasakan secara lebih merata.
BGN menegaskan bahwa perluasan layanan tidak berhenti pada aktivasi SPPG yang telah dilakukan. Masukan pemerintah daerah akan terus menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan lokasi baru dengan memperhatikan kondisi geografis dan kebutuhan gizi masyarakat.
