Aktivitas Gunung Anak Krakatau Masih Fluktuatif, PVMBG Rekam 18 Kali Letusan
1 min read

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Masih Fluktuatif, PVMBG Rekam 18 Kali Letusan

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda telah mengalami 18 kali letusan sejak 2 Juli 2026. Meski aktivitas vulkaniknya masih tergolong tinggi, status gunung api tersebut tetap berada pada Level III atau Siaga.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau, Rio Bonik Situmorang, mengatakan letusan terakhir yang terekam instrumen terjadi pada Sabtu (11/7) malam sekitar pukul 23.34 WIB. Sementara pada Minggu (12/7), belum terpantau adanya aktivitas letusan baru.

Menurut Rio, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih bersifat fluktuatif dengan tingkat kegempaan yang dapat meningkat maupun menurun dalam waktu tertentu. Kondisi visual gunung juga belum dapat diamati secara optimal karena tertutup kabut dari Pos Pengamatan Pasauran, Kabupaten Serang, Banten.

PVMBG terus melakukan pemantauan selama 24 jam menggunakan berbagai peralatan pemantauan vulkanik sebagai dasar evaluasi aktivitas gunung api. Masyarakat, wisatawan, dan nelayan diimbau tetap mematuhi rekomendasi yang berlaku, yakni tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.