Anggota DPR Ajak Publik Bedakan Kritik dan Kebencian dalam Demokrasi
1 min read

Anggota DPR Ajak Publik Bedakan Kritik dan Kebencian dalam Demokrasi

Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI Azis Subekti mengingatkan bahwa demokrasi tidak hanya ditopang oleh kebebasan berbicara, tetapi juga harus dijaga dengan adab, tanggung jawab moral, dan kesediaan untuk mencari kebenaran. Ia menilai salah satu tantangan demokrasi modern adalah ketika ruang kebebasan semakin terbuka, namun kualitas percakapan publik justru menurun.

Menurut Azis, fenomena tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara demokrasi lain yang menghadapi polarisasi politik, populisme, serta menurunnya kepercayaan terhadap institusi publik. Ia menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi, namun harus disertai niat untuk memperbaiki, bukan merusak.

Ia membedakan antara kritik dan kebencian. Kritik, kata dia, bersifat membangun, berbasis data, dan mencari solusi, sedangkan kebencian cenderung menyerang tanpa argumentasi yang kuat dan berpotensi merusak demokrasi dari dalam. Ia juga menyoroti peran media sosial yang membuat emosi lebih mudah menyebar dibandingkan informasi yang utuh dan berimbang.

Azis menambahkan bahwa meskipun kebijakan pemerintah dapat dikritik dan diuji efektivitasnya, perbedaan pendapat tidak boleh berubah menjadi fitnah atau pembunuhan karakter. Ia juga mengajak masyarakat untuk mengedepankan tabayyun serta nilai-nilai etika dalam menyikapi informasi di ruang publik agar demokrasi tetap sehat dan beradab.

Dikutip dari antaranews.com