Danantara Diharapkan Biayai Perusahaan Prospektif, Ribuan Pekerja Berpotensi Kembali Bekerja
1 min read

Danantara Diharapkan Biayai Perusahaan Prospektif, Ribuan Pekerja Berpotensi Kembali Bekerja

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mendorong Danantara untuk memperkuat peran dalam mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) melalui dukungan pembiayaan kepada perusahaan yang masih memiliki prospek usaha. Menurutnya, akses permodalan menjadi salah satu solusi penting untuk menjaga keberlangsungan operasional perusahaan sekaligus mempertahankan lapangan kerja.

Said Iqbal menjelaskan bahwa dukungan dapat dilakukan melalui penyertaan modal maupun fasilitasi pembiayaan dari bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Skema tersebut ditujukan bagi perusahaan yang menghadapi kendala likuiditas atau kekurangan modal kerja, namun masih memiliki peluang bisnis yang baik dan pasar yang jelas.

Salah satu perusahaan yang menjadi perhatian adalah PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin) di Mojokerto. Perusahaan tersebut dinilai masih memiliki aset yang kuat dan prospek usaha yang menjanjikan. Melalui dukungan pembiayaan sekitar Rp400 miliar, perusahaan berpotensi meningkatkan kembali kapasitas produksi serta membuka peluang bagi sekitar 2.700 pekerja, termasuk mantan karyawan yang terdampak PHK, untuk kembali bekerja.

Selain sektor kertas, Said Iqbal juga mengusulkan agar dilakukan kajian terhadap sejumlah perusahaan tekstil dan produk tekstil yang masih memiliki potensi untuk diselamatkan melalui dukungan pembiayaan. Namun, ia menegaskan bahwa bantuan harus diberikan secara selektif dengan mempertimbangkan kelayakan usaha, kondisi keuangan, serta prospek pasar agar langkah tersebut benar-benar efektif dalam menjaga keberlangsungan lapangan kerja dan mencegah PHK secara berkelanjutan.