Fed Funds Rate Naik Jadi 3,75%-4%, Ini Dampaknya ke Bunga Kredit Indonesia
1 min read

Fed Funds Rate Naik Jadi 3,75%-4%, Ini Dampaknya ke Bunga Kredit Indonesia

Federal Reserve atau The Fed menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4% pada 16 September 2026. Dalam pernyataannya, The Fed menyebut inflasi AS masih berada pada level tinggi dan kebijakan tersebut diarahkan untuk mendukung kembalinya inflasi menuju target 2 persen.

Kenaikan tersebut turut menjadi perhatian bagi perekonomian Indonesia karena dapat meningkatkan tekanan eksternal dan memengaruhi biaya dana perbankan. Kepala Makroekonomi Indef, Rizal Taufikurrahman, menilai kondisi ini dapat mempersempit ruang penurunan suku bunga kredit apabila Bank Indonesia perlu mempertahankan kebijakan suku bunga untuk menjaga stabilitas rupiah.

Saat ini, BI-Rate berada di level 5,75 persen setelah Bank Indonesia mempertahankannya pada RDG Agustus 2026.

Menurut Rizal, jika suku bunga tetap relatif ketat, penurunan bunga kredit dapat berjalan lebih terbatas dan berpotensi memengaruhi ekspansi kredit, terutama pada sektor properti, otomotif, dan investasi. Kenaikan suku bunga AS juga dapat meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar dan memberi tekanan terhadap arus modal serta nilai tukar rupiah.

Sumber liputan6.com