Hadapi Bencana di Wilayah Kepulauan, Prabowo Dorong Tambah Kapal LCM dan LCVP
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto berencana menambah kapal pendarat mekanis (LCM) dan kapal pendarat kendaraan serta personel (LCVP) untuk mendukung penanganan bencana di wilayah kepulauan Indonesia.
Rencana tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas membahas penanggulangan bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (7/9/2026). Menurutnya, kapal-kapal tersebut diperlukan untuk membuka akses pengiriman bantuan dan personel ke pulau-pulau kecil yang terdampak bencana.
Pembahasan bermula dari permintaan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena terkait tambahan kapal untuk mendukung mitigasi bencana. Komandan Kodaeral VII Laksamana Muda TNI Joni Sudianto kemudian mengusulkan agar sedikitnya dua kapal patroli jenis FPB 57 ditempatkan secara siaga di Kupang.
Prabowo meminta jajaran terkait mencatat usulan tersebut dan mengatakan koordinasi akan dilakukan bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Menurut Joni, dua kapal FPB 57 dinilai cukup untuk mendukung kebutuhan mitigasi bencana di wilayah NTT dan NTB yang memiliki banyak pulau kecil.
Dalam rapat yang sama, Prabowo juga menanyakan kesiapan kapal LCM kepada Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali. Saat ini, dua LCM biasanya ditempatkan di dalam kapal LPD. Di wilayah NTT, terdapat KRI Semarang-594 dan satu kapal LST jenis Frosch yang bersiaga di sekitar perairan Manggarai.
