Harga Minyak Global Fluktuatif, Konflik AS-Iran dan Selat Hormuz Jadi Faktor Utama
Harga minyak dunia bergerak bervariasi pada Jumat (24/4), seiring rencana pembicaraan langsung antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Pakistan. Mengutip laporan CNBC, harga minyak Brent ditutup relatif stabil di level USD 105,33 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun lebih dari 1 persen menjadi USD 94,40 per barel.
Sentimen pasar turut dipengaruhi dinamika geopolitik, termasuk rencana kunjungan utusan AS untuk bertemu pejabat Iran serta upaya diplomatik di kawasan. Di sisi lain, ketegangan yang berujung blokade di Selat Hormuz menjadi perhatian utama karena jalur ini merupakan salah satu rute vital distribusi energi global, dengan sekitar 20 juta barel minyak melintas setiap hari sebelum konflik.
Analis menilai, semakin lama gangguan berlangsung, semakin besar dampak ekonomi yang ditimbulkan dan berpotensi memicu tekanan pada pasar energi global. Kepala International Energy Agency, Fatih Birol, bahkan menyebut kondisi saat ini sebagai ancaman keamanan energi terbesar, dengan gangguan pasokan mencapai jutaan barel per hari.
Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak sekitar 3 persen pada perdagangan Kamis (23/4), didorong meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Situasi ini menunjukkan bahwa pergerakan harga minyak dunia masih sangat dipengaruhi perkembangan geopolitik dan negosiasi antarnegara.
Dikutip dari liputan6.com
