Jasa Raharja Kalsel Dukung Pelatihan Safety Riding bagi 100 Pengemudi Ojol, Perkuat Upaya Tekan Kecelakaan Lalu Lintas
2 mins read

Jasa Raharja Kalsel Dukung Pelatihan Safety Riding bagi 100 Pengemudi Ojol, Perkuat Upaya Tekan Kecelakaan Lalu Lintas

Kalimantan Selatan – Mendorong keselamatan berkendara tidak cukup hanya dengan mengingatkan masyarakat untuk tertib berlalu lintas, tetapi juga perlu dibarengi keterampilan dan kesiapan menghadapi situasi darurat di jalan. Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya tersebut, Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja (Persero) Kalimantan Selatan, Ahmad Arkan Nugraha, menghadiri pelatihan safety riding bagi 100 pengemudi ojek online (ojol) di Safety Driving Center (SDC) Ditlantas Polda Kalimantan Selatan, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol. Noviar, Dirlantas Polda Kalsel, Kombes Pol. M. Fahri Siregar, serta Wakil Ketua Umum Asosiasi Ojol Nusantara Wilayah Kalimantan Selatan, Aryo.

Pelatihan yang dilaksanakan oleh SDC Ditlantas Polda Kalsel bersama Jasa Raharja dan unsur terkait ini merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi pengemudi dalam menjaga keselamatan di jalan. Peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik berkendara aman, termasuk pengetahuan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Materi tersebut diharapkan membantu pengemudi memahami cara berkendara yang benar sekaligus memberikan pertolongan awal secara tepat ketika menjumpai kecelakaan.

Dirlantas Polda Kalsel, Kombes Pol. M. Fahri Siregar, menegaskan bahwa pelatihan dirancang agar peserta mampu menerapkan pengetahuan keselamatan dalam situasi nyata. “Kami berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius, karena penanganan awal di lokasi kecelakaan dapat berpengaruh terhadap keselamatan korban. Melalui pembekalan teori dan praktik safety riding, termasuk PPGD, peserta diharapkan memiliki keterampilan yang memadai untuk berkendara dengan aman dan memberikan bantuan awal secara tepat saat dibutuhkan,” ujar Fahri.

Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol. Noviar, turut mendorong para pengemudi ojol untuk menjadi teladan dalam berlalu lintas. Menurutnya, pemahaman terhadap materi yang diberikan instruktur perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, baik saat membawa penumpang maupun ketika berinteraksi dengan pengguna jalan lainnya. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut sebagai upaya bersama membangun budaya keselamatan di tengah masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja (Persero) Kalimantan Selatan, Ahmad Arkan Nugraha, menyampaikan bahwa pengemudi ojol memiliki peran strategis karena aktivitas mereka berlangsung secara intensif di jalan raya. “Jasa Raharja mendukung pelatihan ini sebagai langkah nyata memperkuat kesadaran dan keterampilan keselamatan berkendara. Kami berharap para pengemudi ojol tidak hanya mampu melindungi diri sendiri dan penumpang, tetapi juga menjadi pelopor keselamatan yang dapat memberikan contoh positif serta memahami langkah awal yang tepat ketika menghadapi kecelakaan,” ungkap Arkan.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Ojol Nusantara Wilayah Kalimantan Selatan, Aryo, menyambut baik program tersebut. Ia menyampaikan bahwa asosiasinya memiliki sekitar 400 anggota dan pelatihan semacam ini menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan pengemudi. Melalui sinergi kepolisian, Jasa Raharja, dan komunitas ojol, kegiatan ini diharapkan berkontribusi terhadap upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas serta membangun lingkungan jalan raya yang lebih aman bagi seluruh masyarakat.