Jasa Raharja NTB Wujudkan Kepedulian Negara Melalui Kunjungan Kepada Korban KMP Putri Yasmin
1 min read

Jasa Raharja NTB Wujudkan Kepedulian Negara Melalui Kunjungan Kepada Korban KMP Putri Yasmin

Mataram – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat wujudkan kepedulian negara kepada masyarakat dengan memberikan pelayanan dan kunjungan langsung kepada korban yang menjalani perawatan di rumah sakit akibat peristiwa kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan sekitar Lombok Barat.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja NTB, Soleh hadir secara langsung untuk memastikan kondisi korban serta memberikan pendampingan kepada korban maupun keluarga yang sedang menjalani proses perawatan. Kehadiran ini juga menjadi bentuk respons cepat Jasa Raharja dalam memastikan masyarakat yang terdampak memperoleh informasi dan pelayanan sesuai dengan hak perlindungan yang berlaku.

Petugas Jasa Raharja melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit terkait kondisi dan penanganan korban, sekaligus memastikan proses administrasi dan penjaminan dapat berjalan dengan baik. Koordinasi tersebut dilakukan agar kebutuhan korban selama mendapatkan pelayanan kesehatan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

Selain memastikan aspek pelayanan, Jasa Raharja NTB turut menyampaikan empati dan dukungan kepada korban maupun keluarga yang terdampak musibah. Pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam pelayanan Jasa Raharja, khususnya ketika masyarakat tengah menghadapi situasi sulit akibat kecelakaan.

Soleh menuturkan Jasa Raharja NTB berkomitmen untuk hadir dan memberikan pelayanan sepenuh hati kepada masyarakat, termasuk dalam situasi kedaruratan. Melalui koordinasi dengan rumah sakit, kepolisian, pengelola pelabuhan, operator kapal, dan stakeholders terkait, Jasa Raharja berupaya memastikan setiap korban memperoleh penanganan dan perlindungan secara optimal.

”Kehadiran langsung petugas di rumah sakit menjadi wujud nyata bahwa negara hadir untuk masyarakat. Jasa Raharja NTB akan terus memberikan pelayanan yang cepat, tepat, responsif, dan humanis, sekaligus memastikan proses perlindungan bagi korban dan keluarga terdampak dapat berjalan sesuai ketentuan,” jelas Soleh.