Jasa Raharja Sukoharjo Intensifkan Program SIGAP di SMA Negeri 1 Kartasura untuk Tingkatkan Kepatuhan Pajak Kendaraan
Sukoharjo – Upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) kini menyasar lingkungan institusi pendidikan. Petugas Jasa Raharja Samsat Sukoharjo bersama Tim Pembina Samsat melaksanakan kegiatan kolaboratif melalui program SIGAP (Samsat Initiative for Growth Achievement Program) yang dipadukan dengan program Gadis Pantura di SMA Negeri 1 Kartasura, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan yang dipimpin oleh petugas Jasa Raharja, Maria Tuti S, beserta tim Samsat Sukoharjo ini menyasar kendaraan milik ASN, karyawan, guru, hingga pelajar. Dalam aksi tersebut, petugas melakukan pendataan langsung terhadap kendaraan di area parkir sekolah guna mengidentifikasi potensi pajak dan tunggakan yang ada.
Sebagai langkah edukasi persuasif, kendaraan yang teridentifikasi belum melunasi kewajiban pajaknya diberikan stiker pemberitahuan. Hal ini dimaksudkan sebagai pengingat langsung bagi pemilik kendaraan agar segera menyelesaikan kewajibannya sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Cabang Jasa Raharja Sukoharjo, Arvian Riza Yudhawan, menyampaikan bahwa pemilihan sekolah sebagai lokasi kegiatan bertujuan untuk menciptakan budaya disiplin administrasi sejak dini dan dari lingkungan terdekat.
“Melalui program SIGAP ini, kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa kepatuhan pajak adalah tanggung jawab semua elemen, termasuk di lingkungan pendidikan. Kami mendorong instansi pendidikan untuk memiliki kebijakan internal agar setiap kendaraan yang masuk ke area sekolah dalam kondisi pajak aktif,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa kolaborasi antara program SIGAP dan Gadis Pantura merupakan strategi jemput bola yang efektif. Dengan pendekatan langsung ke institusi, Jasa Raharja berharap dapat menjangkau wajib pajak secara lebih tepat sasaran.
“Institusi pendidikan dapat menjadi role model bagi instansi lain. Jika guru dan staf memberikan contoh yang baik dalam tertib administrasi, maka nilai-nilai kepatuhan ini akan terserap oleh para siswa sebagai generasi penerus,” tambahnya.
Selain pendataan, tim juga melakukan koordinasi intensif dengan manajemen sekolah untuk memastikan keberlanjutan program ini. Diharapkan, melalui langkah proaktif dan inovasi layanan yang berkelanjutan, kesadaran masyarakat di wilayah Sukoharjo akan meningkat, yang pada akhirnya berkontribusi positif terhadap optimalisasi pendapatan daerah.
