Kinerja Bank Jago Meningkat, Aset Tumbuh 22 Persen dan Kredit Capai Rp27,9 Triliun
1 min read

Kinerja Bank Jago Meningkat, Aset Tumbuh 22 Persen dan Kredit Capai Rp27,9 Triliun

PT Bank Jago Tbk mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp298 miliar hingga kuartal III 2026. Angka tersebut meningkat 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp199 miliar. Kinerja positif ini didukung pertumbuhan aset, penghimpunan dana pihak ketiga, serta penyaluran kredit.

Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris, mengatakan strategi perusahaan yang mengutamakan pertumbuhan berkualitas berdampak positif terhadap kinerja dan fundamental bank. Hingga September 2026, total aset Bank Jago mencapai Rp42,1 triliun, naik 22 persen dibandingkan Rp34,5 triliun pada September 2025.

Dari sisi nasabah, Bank Jago telah melayani 19 juta nasabah hingga akhir September 2026, termasuk 13,1 juta nasabah pendanaan atau funding yang menggunakan Aplikasi Jago. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 21 persen menjadi Rp28,9 triliun dari Rp23,9 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Komposisi DPK terdiri atas dana murah atau CASA sebesar Rp15,4 triliun dan deposito Rp13,5 triliun.

Penyaluran kredit Bank Jago juga tumbuh 19 persen menjadi Rp27,9 triliun per September 2026, dibandingkan Rp23,5 triliun pada September 2025. Perusahaan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pembiayaan, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bruto sebesar 0,9 persen.

Selain mengembangkan layanan perbankan digital, Bank Jago memperkuat kolaborasi dengan ekosistem Bibit dan Stockbit. Integrasi layanan tersebut memungkinkan nasabah mengakses berbagai produk investasi, seperti reksa dana, obligasi, dan saham, dengan jumlah pengguna yang telah melampaui 3,6 juta nasabah.

Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) Bank Jago berada di level 27,5 persen. Arief optimistis perusahaan dapat mempertahankan pertumbuhan bisnis seiring membaiknya kondisi perekonomian, dengan tetap memperkuat fundamental dan menjaga keberlanjutan usaha.