Pasar Saham Indonesia Masih Tertekan, IHSG Dibuka Turun 0,18 Persen
1 min read

Pasar Saham Indonesia Masih Tertekan, IHSG Dibuka Turun 0,18 Persen

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Kamis (25/6/2026) di zona merah. Pada awal sesi pertama, IHSG tercatat berada di level 5.873,07 atau melemah 10,81 poin setara 0,18 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan ini melanjutkan tekanan yang terjadi sehari sebelumnya ketika IHSG anjlok 3,56 persen ke level 5.883. Analis BNI Sekuritas Muhammad Lutfi Permana memperkirakan indeks masih berpotensi bergerak turun dengan area support berada pada kisaran 5.845-5.750, sementara level resistansi berada di rentang 6.010-6.070.

Tekanan pasar juga dipengaruhi aksi jual investor asing yang masih berlanjut. Tercatat, investor asing membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp1,17 triliun, dengan saham-saham seperti BBRI, TPIA, AMMN, BMRI, dan BUMI menjadi yang paling banyak dilepas.

Selain faktor domestik, sentimen global turut memengaruhi pergerakan pasar. Penurunan peringkat daya saing Indonesia dalam laporan IMD World Competitiveness Ranking 2026 menjadi perhatian investor, di tengah mayoritas bursa Asia yang justru bergerak menguat. Pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan suku bunga global, termasuk sinyal kenaikan suku bunga lanjutan dari Bank of Japan yang berpotensi memengaruhi arus modal dan sentimen investasi di kawasan.