Sungai Meluap Akibat Hujan Deras, Banjir Rendam 23 Desa di Subulussalam
1 min read

Sungai Meluap Akibat Hujan Deras, Banjir Rendam 23 Desa di Subulussalam

Banda Aceh – Banjir yang melanda Kota Subulussalam, Aceh, berdampak terhadap 2.255 kepala keluarga (KK) di 23 desa yang tersebar di tiga kecamatan. Akibat bencana tersebut, sebanyak 32 KK terpaksa mengungsi untuk menghindari dampak genangan air.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Bahron Bakti, menyampaikan bahwa banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga jalan desa, lahan dan kebun pertanian, sekolah, hingga tempat ibadah.

Banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Subulussalam sejak Sabtu (24/10/2026). Curah hujan tersebut menyebabkan Sungai Lae Souraya dan Sungai Rikit meluap hingga menggenangi permukiman penduduk.

Sebaran banjir meliputi empat desa di Kecamatan Sultan Daulat, 19 desa di Kecamatan Rundeng, serta Desa Panji di Kecamatan Longkib. Dari total warga terdampak, sebanyak 32 KK telah mengungsi, terdiri atas 26 KK dari Desa Suak Jampak, tiga KK dari Desa Sibuasan, dan tiga KK dari Desa Tualang.

Berdasarkan perkembangan terakhir, genangan di Kecamatan Sultan Daulat mulai surut, terutama di jalan lintas dan sejumlah wilayah. Namun, beberapa desa masih terendam. Sementara itu, banjir di Kecamatan Rundeng dan Longkib masih menggenangi permukiman warga.

BPBD Kota Subulussalam terus melakukan kajian cepat dengan mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi untuk mengevaluasi kondisi dan mendata dampak bencana. Pendataan jumlah warga terdampak, termasuk jumlah jiwa yang mengungsi, masih berlangsung.

BPBA juga terus memantau perkembangan banjir guna memastikan penanganan terhadap masyarakat terdampak dapat berjalan dengan baik.