Bapanas Ungkap Kunci Stabilitas Harga Beras, CBP Tersalurkan 1,34 Juta Ton
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan penyaluran 1,34 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) selama Januari hingga Juni 2026 berhasil menjaga stabilitas harga beras dan membantu mengendalikan inflasi pangan nasional. Penyaluran dilakukan melalui berbagai program, termasuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, dukungan bagi aparatur sipil negara di wilayah tertentu, serta penanganan bencana.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan kondisi harga beras nasional masih relatif terkendali berkat dukungan stok CBP yang berasal dari hasil serapan produksi dalam negeri. Saat ini, stok beras nasional tercatat mencapai 5,1 juta ton, yang disebut sebagai level tertinggi sepanjang sejarah.
Selain menjaga pasokan, pemerintah juga optimistis terhadap prospek produksi beras nasional pada 2026. Berdasarkan proyeksi terbaru, produksi beras diperkirakan meningkat signifikan sehingga berpotensi menciptakan surplus yang lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Untuk mengantisipasi peningkatan produksi tersebut, pemerintah menyiapkan pembangunan 100 gudang penyimpanan beras dengan kapasitas penyimpanan jangka panjang.
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi beras pada Juni 2026 secara tahunan tercatat 3,98 persen, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 4,55 persen. Secara bulanan, inflasi beras berada di level 0,45 persen, menandakan harga beras masih bergerak relatif stabil dan terkendali di tingkat konsumen.
Sumber antaranews.com
