Pemerintah Perluas Listrik Desa dengan Tiga Skema Utama hingga 2029
1 min read

Pemerintah Perluas Listrik Desa dengan Tiga Skema Utama hingga 2029

Jakarta – Pemerintah menyiapkan tiga strategi utama untuk memperluas akses listrik hingga ke desa-desa terpencil sebagai bagian dari upaya mencapai rasio elektrifikasi nasional mendekati 100 persen pada 2029. Langkah tersebut sejalan dengan target yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2025 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2026.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menjelaskan strategi pertama dilakukan melalui perluasan jaringan listrik ke wilayah yang berada dekat dengan jaringan PT PLN (Persero) yang telah tersedia. Strategi kedua adalah pembangunan mini grid berbasis potensi energi lokal, termasuk energi baru terbarukan (EBT), untuk melayani kawasan terpencil dan kepulauan.

Sementara itu, strategi ketiga dilakukan dengan penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) individual yang dilengkapi baterai bagi permukiman yang tersebar dan sulit dijangkau jaringan listrik secara ekonomis.

Program tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Peta Jalan Program Listrik Perdesaan dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) 2025–2029. Selain menghadirkan akses listrik ke wilayah yang belum terlayani, pemerintah akan memberikan bantuan pasang baru listrik kepada rumah tangga kurang mampu setelah jaringan tersedia.

Berdasarkan data PLN, rasio elektrifikasi nasional saat ini telah mencapai 99,83 persen. Sementara rasio desa berlistrik berada di angka 99,97 persen dan rasio elektrifikasi yang dilayani langsung oleh PLN mencapai 98,56 persen. Pemerintah optimistis target pemerataan akses listrik nasional dapat tercapai dalam beberapa tahun ke depan.

Sumber Antaranews.com