Pemerintah Lanjutkan Program Pembelajaran Digital, Prioritaskan Daerah 3T
1 min read

Pemerintah Lanjutkan Program Pembelajaran Digital, Prioritaskan Daerah 3T

Pemerintah akan memperkuat program digitalisasi pembelajaran di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) pada 2026 guna memperluas pemerataan akses pendidikan berbasis teknologi. Penguatan tersebut difokuskan pada peningkatan infrastruktur listrik dan internet agar pemanfaatan pembelajaran digital dapat berjalan lebih optimal.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan program digitalisasi pembelajaran telah menjangkau 288.865 satuan pendidikan di seluruh Indonesia sepanjang 2025. Dukungan yang diberikan meliputi Papan Interaktif Digital (PID), laptop, hard disk eksternal, akses internet, serta pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan.

Di wilayah 3T, program tersebut telah menyasar 13.838 sekolah dengan dukungan layanan internet bagi ribuan sekolah, bantuan listrik, serta puluhan ribu perangkat teknologi untuk mendukung proses belajar mengajar. Pemerintah juga telah melatih puluhan ribu tenaga pendidik agar mampu memanfaatkan teknologi digital dalam kegiatan pembelajaran.

Pada 2026, pemerintah berencana melanjutkan pengadaan perangkat digital, memperkuat pendampingan sekolah, serta mengembangkan konten pembelajaran yang lebih interaktif. Langkah ini dilakukan untuk memastikan perangkat yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh sekolah dan peserta didik.

Meski demikian, pemerintah mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan listrik, konektivitas internet, kondisi geografis, dan kesiapan sumber daya manusia di wilayah 3T. Karena itu, penguatan infrastruktur dasar menjadi fokus utama dalam mendukung keberhasilan digitalisasi pendidikan secara merata di seluruh Indonesia.