Transaksi Mata Uang Lokal Diperkuat BI di Tengah Gejolak Global
1 min read

Transaksi Mata Uang Lokal Diperkuat BI di Tengah Gejolak Global

Jakarta — Bank Indonesia (BI) terus memperkuat transaksi mata uang lokal atau local currency transaction (LCT) dengan sejumlah negara mitra sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global dan gejolak geopolitik.

Kepala Grup Makroekonomi Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Jardine A Husman mengatakan pengembangan LCT dilakukan untuk mendiversifikasi transaksi internasional sehingga Indonesia tidak terlalu bergantung pada dolar AS. Kerja sama LCT saat ini telah dilakukan dengan Malaysia, Thailand, Jepang, China, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan Singapura.

Selain LCT, BI menempuh berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas rupiah, termasuk intervensi valuta asing, penyesuaian suku bunga, serta optimalisasi instrumen moneter untuk menarik aliran modal asing. BI juga mengoptimalkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan menjaga kecukupan likuiditas di pasar keuangan.

Di sisi eksternal, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar 146,5 miliar dolar AS atau setara 5,4 bulan impor. Posisi tersebut masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

BI menilai perekonomian Indonesia tetap tangguh meski kondisi global masih menghadapi tantangan berupa pertumbuhan yang relatif lemah, inflasi persisten, kebijakan moneter ketat, serta terbatasnya arus modal ke negara berkembang.