Airlangga Ungkap Kebutuhan Dana Rp11 Triliun untuk Rekening Warga
1 min read

Airlangga Ungkap Kebutuhan Dana Rp11 Triliun untuk Rekening Warga

Jakarta — Pemerintah menyiapkan skema pemberian saldo awal Rp50 ribu untuk rekening masyarakat yang dibuka secara otomatis. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kebutuhan anggaran program tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp11 triliun dan berpotensi dibiayai melalui APBN.

Airlangga menjelaskan, perkiraan tersebut dihitung berdasarkan jumlah penerima yang mencapai sekitar 200 juta penduduk. Namun, pemerintah belum menetapkan secara rinci alokasi anggaran maupun waktu pencairannya karena pelaksanaan program akan dilakukan secara bertahap.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya juga menyebut kemungkinan penggunaan APBN untuk membiayai saldo awal tersebut masih dalam pembahasan. Pemerintah menilai kebutuhan anggaran masih dapat ditampung melalui cadangan belanja negara.

Program ini dirancang dengan pembukaan rekening berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) menggunakan data Direktorat Jenderal Dukcapil. Rekening akan dibuka melalui BRI dan BSI, termasuk bagi masyarakat yang memasuki usia 17 tahun dan telah memiliki KTP.

Pemerintah berharap skema rekening otomatis tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan sekaligus membangun kebiasaan menabung sejak usia 17 tahun.