Koperasi Desa Jadi Ujung Tombak Distribusi Barang Subsidi, Ini Skema Penyaluran LPG hingga Pupuk
Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan didorong menjadi pusat distribusi berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk LPG, minyak goreng MinyaKita, dan pupuk bersubsidi. Skema ini disiapkan oleh Badan Pengaturan (BP) BUMN bersama PT Pertamina Patra Niaga dan PT Pupuk Indonesia Holding Company untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok, energi, dan sarana pertanian.
Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan, koperasi desa akan menjadi titik penyaluran barang bersubsidi sesuai visi Presiden. Melalui skema tersebut, jaringan distribusi dan armada BUMN diharapkan dapat mendukung ketersediaan pasokan hingga tingkat desa dan kelurahan.
Dukungan penyaluran pupuk melalui Koperasi Merah Putih terlihat dari volume pesanan yang rata-rata mencapai 4–5 ton per koperasi. Sementara itu, distribusi LPG akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing koperasi untuk menjaga pasokan sekaligus mempermudah masyarakat memperoleh energi.
Dalam kolaborasi ini, Pertamina Patra Niaga berperan mendukung distribusi energi, sedangkan Pupuk Indonesia menangani rantai pasok pupuk. Penyaluran MinyaKita juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok.
BP BUMN berharap penguatan distribusi melalui KDKMP dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus meningkatkan peran koperasi dalam perekonomian desa dan kelurahan. Namun, keberhasilan skema tersebut akan bergantung pada kesiapan koperasi, kelancaran pasokan, serta pengawasan distribusi agar barang bersubsidi dapat diterima masyarakat yang berhak.
