Danantara Optimistis Arus Modal Asing Perkuat IHSG dan Rupiah
Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menilai koreksi pasar modal Indonesia yang mencapai sekitar 36 hingga 40 persen dalam beberapa bulan terakhir telah membuka peluang bagi investor asing untuk meningkatkan investasi di pasar domestik.
Menurut Rosan, penurunan harga saham yang cukup dalam membuat valuasi sejumlah emiten Indonesia menjadi lebih menarik dan berada pada level yang dinilai murah dibandingkan fundamental perusahaan. Kondisi tersebut mendorong investor global untuk mulai melakukan akumulasi pembelian, khususnya pada saham sektor perbankan dan industri utama nasional.
Ia menjelaskan bahwa keputusan investor asing untuk kembali masuk ke pasar Indonesia didasarkan pada kekuatan fundamental ekonomi yang masih terjaga. Selain pertumbuhan sektor perbankan yang dinilai positif, tingkat dividen dan imbal hasil yang kompetitif juga menjadi faktor penting yang meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia.
Rosan menyebut tren penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir tidak terlepas dari meningkatnya aktivitas pembelian oleh investor luar negeri. Menurutnya, pelaku pasar melihat harga saham Indonesia berada di bawah nilai wajarnya sehingga dianggap sebagai momentum yang tepat untuk melakukan investasi.
Pemerintah optimistis arus modal asing yang kembali masuk dapat membantu menjaga stabilitas pasar keuangan nasional. Dengan dukungan fundamental ekonomi yang dinilai tetap kuat dalam jangka menengah dan panjang, Indonesia diyakini masih memiliki daya tarik bagi investor global sekaligus mampu menopang pertumbuhan ekonomi dan pasar modal ke depan.
Dikutip dari antaranews.com
