Pemerintah Genjot Jaringan Gas Rumah Tangga, Anggaran Rp5,2 Triliun Disiapkan pada 2027
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan anggaran sebesar Rp5,2 triliun pada tahun anggaran 2027 untuk melanjutkan pembangunan jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga di berbagai wilayah Indonesia. Anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun 959.232 sambungan rumah dalam program multiyears contract (MYC) periode 2026–2028.
Program perluasan jargas menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam upaya meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG). Selain pembangunan sambungan rumah tangga, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk pengembangan infrastruktur pendukung seperti pipa gas Dumai–Sei Mangkei, pipa transmisi Semarang–Solo–Yogyakarta, serta pipa transmisi Cirebon–Bandung.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menilai penggunaan jargas memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi karena dapat menghemat biaya energi rumah tangga hingga 40 persen dibandingkan penggunaan LPG tabung. Hingga akhir 2024, jumlah sambungan jargas rumah tangga yang telah terpasang tercatat mencapai sekitar 943 ribu sambungan yang tersebar di 86 kabupaten dan kota. Dengan tambahan pembangunan pada 2027, pemerintah berharap pemanfaatan gas bumi untuk sektor rumah tangga semakin luas dan mampu mendukung ketahanan energi nasional.
