Empat Asset Management BUMN Resmi Dikonsolidasikan, Danantara Perkuat Pengelolaan Aset Negara
Danantara resmi menggabungkan empat perusahaan asset management milik BUMN menjadi satu entitas di bawah Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri MI). Konsolidasi ini dilakukan sebagai bagian dari transformasi pengelolaan aset negara agar lebih terintegrasi, efisien, dan mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Empat perusahaan yang bergabung meliputi PNM Investment Management, BNI Asset Management, BRI Manajemen Investasi, dan Mandiri Manajemen Investasi, dengan Mandiri MI menjadi entitas yang tetap beroperasi (surviving entity). Keputusan tersebut disepakati dalam rapat yang dihadiri CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria, serta CIO Danantara Pandu Sjahrir.
COO Danantara Dony Oskaria menegaskan bahwa proses penyederhanaan perusahaan bukan sekadar penggabungan organisasi, tetapi bertujuan mengoptimalkan pengelolaan aset BUMN agar lebih produktif, profesional, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara.
Melalui merger ini, Danantara menargetkan terbentuknya perusahaan asset management terbesar di Indonesia yang memiliki kapasitas mengintegrasikan portofolio aset, memperkuat tata kelola, meningkatkan efisiensi, serta memperbesar daya tarik investasi. Langkah tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas aset negara sekaligus memperkuat kontribusi BUMN terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
