Ferry Juliantono: Koperasi Siap Masuk Sektor Tambang, Energi, dan CPO
Pemerintah memperluas peran koperasi dengan memberikan kesempatan untuk mengelola berbagai sektor strategis, mulai dari pertambangan mineral, sumur minyak rakyat (idle), energi terbarukan, hingga industri kelapa sawit atau crude palm oil (CPO). Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta.
Ferry mengatakan koperasi tidak lagi hanya berperan dalam penyediaan kebutuhan masyarakat, tetapi juga didorong menjadi pelaku utama di sektor-sektor strategis yang dapat memperkuat perekonomian nasional. Menurutnya, koperasi kini telah mulai mengelola tambang mineral serta membangun pabrik CPO sebagai bagian dari pengembangan usaha berbasis koperasi.
Ia mengungkapkan Kementerian Koperasi berencana meresmikan pabrik CPO milik Koperasi Unit Desa Sejahtera di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Agustus 2026. Pada bulan yang sama, pemerintah juga menargetkan peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 0,5 hingga 1 megawatt di Sembur Laut, Pulau Galang Baru, Kepulauan Riau.
Selain itu, Ferry menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan Undang-Undang Perkoperasian yang baru untuk menggantikan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992. Regulasi tersebut diharapkan menjadi landasan hukum yang lebih kuat bagi pengembangan koperasi sekaligus mendukung visi Presiden Prabowo Subianto menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.
