Kemendukbangga Gencarkan Program Gemar, Perkuat Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, mengungkapkan sekitar 25 persen anak Indonesia mengalami kehilangan peran ayah atau fatherless. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kesehatan mental anak dan kualitas pengasuhan dalam keluarga.
Selain minimnya keterlibatan ayah, Wihaji juga menyoroti tingginya penggunaan ponsel di kalangan anak-anak. Berdasarkan data yang disampaikannya, rata-rata anak Indonesia menghabiskan waktu antara 8 hingga 10 jam per hari menggunakan handphone untuk berbagai aktivitas.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemendukbangga terus mendorong pelaksanaan Program Gerakan Ayah Mengantar dan Ambil Rapor (Gemar) di sekolah-sekolah. Program ini bertujuan meningkatkan kehadiran ayah dalam kehidupan anak, baik secara fisik maupun emosional.
Menurut Wihaji, peran ayah tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga memberikan pendampingan, perhatian, dan ruang komunikasi yang cukup bagi anak. Ia mengajak para ayah meluangkan waktu setiap hari untuk berinteraksi, termasuk mengantar anak ke sekolah atau mendengarkan cerita mereka.
Wihaji juga mengingatkan orang tua agar tidak membiarkan teknologi mengambil alih peran pengasuhan. Di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan penggunaan gawai yang semakin tinggi, kehadiran orang tua tetap menjadi faktor penting dalam membentuk karakter, kesehatan mental, dan masa depan anak.
