MBG Sistem Prasmanan Dinilai Lebih Segar dan Hangat, BGN Siapkan Perluasan
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat hasil positif dari uji coba Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan sistem prasmanan di sekolah. Metode ini dinilai membuat makanan lebih segar dan hangat, sekaligus meningkatkan antusiasme siswa saat menyantap makanan.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, evaluasi awal selama sepekan menunjukkan tingkat konsumsi makanan yang lebih baik. Siswa juga memiliki kesempatan menambah porsi apabila makanan masih tersedia.
Menurut Sudaryono, tingkat makanan yang habis dikonsumsi menjadi salah satu indikator dalam evaluasi awal. Meski demikian, BGN masih mengkaji sejumlah aspek teknis sebelum memperluas penerapan sistem prasmanan ke lebih banyak sekolah.
Salah satu perhatian utama adalah kesiapan sekolah dalam mendampingi siswa saat mengambil makanan. Siswa kelas 1 dan 2 sekolah dasar dinilai membutuhkan pendampingan berbeda dibandingkan siswa kelas 5 dan 6, terutama dalam hal mengambil makanan secara mandiri dan mengatur porsi.
Selain itu, BGN mempertimbangkan kebutuhan tenaga tambahan serta kesiapan pengelola dapur dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sistem prasmanan dinilai membutuhkan pengaturan operasional lebih lanjut dibandingkan metode pembagian makanan biasa.
BGN menargetkan uji coba MBG dengan sistem prasmanan dapat menjangkau 5.000 titik hingga akhir 2026. Namun, perluasan tersebut akan mempertimbangkan kesiapan sekolah dan pengelola dapur agar pelaksanaannya berjalan dengan baik.
Melalui evaluasi ini, BGN berupaya memastikan sistem prasmanan dapat meningkatkan kualitas penyajian dan konsumsi makanan tanpa mengabaikan kebutuhan pendampingan siswa serta kesiapan operasional di setiap lokasi.
