Perkuat Kesadaran Wajib Pajak, Operasi Gabungan Penertiban Kendaraan Digelar di Stadion Cangkring Kulon Progo
Kulon Progo – Dalam rangka meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban administrasi kendaraan bermotor, Tim Pembina Samsat Kulon Progo melaksanakan Operasi Gabungan Penertiban Pajak Kendaraan Bermotor pada Rabu, 5 Agustus 2026 di kawasan Stadion Cangkring, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antarinstansi dalam mendorong kesadaran masyarakat untuk memenuhi kewajiban pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Opsen PKB, serta Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) secara tepat waktu.
Operasi gabungan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan tingkat kepatuhan wajib pajak sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memenuhi kewajiban administrasi kendaraan bermotor. Selain sebagai bentuk kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, pembayaran PKB, Opsen PKB, dan SWDKLLJ juga berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah serta memberikan perlindungan dasar bagi masyarakat melalui program jaminan kecelakaan lalu lintas yang diselenggarakan oleh Jasa Raharja.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi kendaraan sekaligus memberikan imbauan kepada para pengguna jalan yang belum memenuhi kewajiban pembayaran pajak kendaraan bermotor. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat penegakan kepatuhan, tetapi juga edukatif, sehingga masyarakat memperoleh pemahaman mengenai manfaat membayar pajak kendaraan tepat waktu serta pentingnya SWDKLLJ sebagai bentuk perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas.
Kegiatan ini dihadiri oleh Aryo W. Kusuma selaku Pelaksana Administrasi Tingkat II Samsat Kulon Progo, Dwi Widihadi selaku Kepala Seksi Penetapan Samsat Kulon Progo, dan Ipda Mahbub Khasani selaku Kanit Turjawali Polres Kulon Progo. Sinergi antara Jasa Raharja, Samsat, dan Kepolisian diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan operasi gabungan sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib administrasi kendaraan bermotor.
Melalui kegiatan Operasi Gabungan Penertiban Pajak Kendaraan Bermotor ini, diharapkan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap pembayaran PKB, Opsen PKB, dan SWDKLLJ terus meningkat. Dengan semakin tingginya kepatuhan masyarakat, diharapkan pula tercipta budaya tertib administrasi kendaraan bermotor yang mendukung terwujudnya lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di wilayah Kabupaten Kulon Progo.
Aryo W. Kusuma selaku Pelaksana Administrasi Tingkat II Samsat Kulon Progo menyampaikan bahwa Operasi Gabungan Penertiban Pajak Kendaraan Bermotor merupakan salah satu langkah nyata Tim Pembina Samsat dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Opsen PKB, dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diingatkan akan pentingnya memenuhi kewajiban administrasi kendaraan, tetapi juga diberikan edukasi mengenai manfaat yang diperoleh dari kepatuhan tersebut.
Menurut Aryo, pendekatan yang dilakukan dalam operasi gabungan tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, melainkan juga mengedepankan aspek edukasi dan pelayanan kepada masyarakat. Petugas memberikan penjelasan mengenai fungsi PKB sebagai salah satu sumber pendapatan daerah yang mendukung pembangunan, serta peran SWDKLLJ dalam memberikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas. Dengan demikian, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa kepatuhan administrasi kendaraan memiliki dampak yang luas bagi kepentingan bersama.
Aryo W. Kusuma berharap kegiatan operasi gabungan yang dilaksanakan secara berkala dapat membangun budaya tertib administrasi kendaraan bermotor di tengah masyarakat. Sinergi yang terjalin antara Jasa Raharja, Samsat, dan Kepolisian diharapkan mampu meningkatkan kesadaran wajib pajak untuk memenuhi kewajibannya secara tepat waktu, sehingga dapat mendukung terwujudnya lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan berkeselamatan di wilayah Kabupaten Kulon Progo.
