Sekolah Terdampak Banjir dan Longsor di Sumut Siap Jalankan Pembelajaran Darurat
Medan – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan dari 1.215 sekolah terdampak bencana di Sumatra Utara, 1.157 sekolah atau 95,23 persen siap menyelenggarakan KBM mulai 5 Januari 2026. Sebagian kecil sekolah masih menggunakan tenda (19 sekolah, 1,6 persen) atau sedang dalam proses pembersihan (29 sekolah, 2,4 persen), dan pemerintah menyiapkan skema pembelajaran khusus untuk sekolah tersebut.
Mu’ti menambahkan bahwa pemerintah telah menerbitkan surat edaran pembelajaran darurat, yang mengatur pembelajaran dan asesmen dengan kurikulum khusus bagi sekolah terdampak banjir dan longsor. Ia menekankan semangat pemulihan menjadi kunci keberlanjutan pendidikan meski sarana sekolah belum ideal.
Gubernur Sumatra Utara, Bobby Afif Nasution, melaporkan wilayah terdampak berat mencakup Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, dan Tapanuli Utara, namun sebagian besar sekolah siap memulai semester genap. Hanya sedikit sekolah yang terdampak parah dan kemungkinan belum bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar secara optimal.
Dikutip dari RRI.co.id
