Kemenag Tekankan Peran Penyuluh Agama Hadapi Tantangan AI dan Media Sosial
1 min read

Kemenag Tekankan Peran Penyuluh Agama Hadapi Tantangan AI dan Media Sosial

Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan pentingnya peran penyuluh agama Islam sebagai pemeriksa fakta (fact checker) di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan media sosial. Penyuluh diharapkan mampu membimbing masyarakat dalam memilah informasi keagamaan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Muchlis M. Hanafi, mengatakan tugas penyuluh agama saat ini tidak hanya menyampaikan ajaran Islam, tetapi juga membantu masyarakat membedakan informasi yang memiliki dasar keilmuan dengan konten yang sekadar viral. Menurutnya, meski AI dapat menyediakan informasi dengan cepat, teknologi tersebut tidak memiliki sanad keilmuan, tanggung jawab moral, maupun pemahaman konteks sosial seperti yang dimiliki ulama dan penyuluh agama.

Karena itu, penyuluh agama didorong menghadirkan nilai yang tidak dapat digantikan teknologi, seperti keteladanan, empati, pendampingan, serta kemampuan memahami kondisi masyarakat. Selain menguasai dalil keagamaan, penyuluh juga perlu memahami perkembangan sosial dan perubahan zaman agar dakwah tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Kemenag berharap penyuluh agama dapat menjadi sumber rujukan yang kredibel sekaligus memperkuat literasi keagamaan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

Dikutip dari antaranews.com