Penguatan Ketahanan Energi, Waka MPR Soroti Bioenergi hingga Energi Nuklir
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengusulkan tiga prioritas utama untuk memperkuat ketahanan energi nasional yang dapat dijalankan pemerintah dalam jangka pendek, menengah, hingga panjang. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan energi impor sekaligus mendukung transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.
Untuk jangka pendek, Eddy mendorong penguatan kapasitas kilang nasional, percepatan elektrifikasi, serta substitusi energi guna menekan ketergantungan terhadap impor. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi fondasi dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.
Pada jangka menengah, Indonesia dinilai perlu mengoptimalkan pengembangan bioenergi seperti biodiesel, bioetanol, biogas, hingga sustainable aviation fuel (SAF). Potensi sumber daya alam yang melimpah menjadi keunggulan yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pasokan energi domestik sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi.
Sementara untuk jangka panjang, Eddy menilai pengembangan energi baru seperti hidrogen dan pembangkit listrik tenaga nuklir perlu mulai dipersiapkan sebagai bagian dari strategi menuju target net zero emission. Ia juga menegaskan bahwa Indonesia harus berperan sebagai penentu kebijakan dalam agenda transisi energi global serta melibatkan generasi muda melalui inovasi, riset, dan kewirausahaan hijau guna mendukung pembangunan berkelanjutan.
Dikutip dari antaranews.com
