Bapanas: Gabah Rp7.000 per Kg Dorong Kesejahteraan Petani dan Produksi Beras Nasional
1 min read

Bapanas: Gabah Rp7.000 per Kg Dorong Kesejahteraan Petani dan Produksi Beras Nasional

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut rata-rata harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani kini mencapai sekitar Rp7.000 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Kondisi tersebut dinilai menjadi insentif positif yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong produksi pangan nasional.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan pemerintah berkomitmen menjaga harga gabah tetap menguntungkan bagi petani, sembari memastikan harga beras di tingkat konsumen tetap terkendali melalui berbagai program stabilisasi pangan.

Bapanas juga mencatat indeks harga yang diterima petani padi terus meningkat hingga mencapai 149, sejalan dengan menguatnya harga gabah. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga yang diterima petani padi pada Juni 2026 mencapai 149,65, tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Nilai Tukar Petani (NTP) nasional juga tercatat berada di level 127,65, sedangkan NTP Subsektor Tanaman Pangan mencapai 114,65.

Meski kenaikan harga gabah berpotensi memengaruhi harga beras, pemerintah menegaskan berbagai kebijakan stabilisasi tetap dijalankan, termasuk penyaluran bantuan pangan kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat. Bapanas optimistis kondisi tersebut dapat menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat, sekaligus mendukung target swasembada pangan berkelanjutan.