Golkar Soroti Dampak Damai AS-Iran, Harga Minyak Turun dan Ruang Fiskal Meningkat
1 min read

Golkar Soroti Dampak Damai AS-Iran, Harga Minyak Turun dan Ruang Fiskal Meningkat

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menilai penurunan harga minyak dunia pasca kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat kondisi fiskal nasional.

Menurut Sarmuji, turunnya harga minyak membuka peluang bagi pemerintah untuk melakukan penyesuaian subsidi energi secara bertahap sehingga ruang fiskal yang sebelumnya terserap untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM) dapat dialihkan ke sektor prioritas seperti infrastruktur, pendidikan, dan perlindungan sosial. Ia juga menilai biaya impor minyak dan gas berpotensi menjadi lebih efisien sehingga dapat membantu menekan biaya produksi dan laju inflasi.

Selain itu, normalisasi kondisi geopolitik dinilai dapat memperlancar aktivitas ekspor-impor melalui kembali terbukanya jalur perdagangan strategis, termasuk Selat Hormuz. Kondisi tersebut diharapkan mampu menurunkan biaya logistik internasional sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha nasional.

Sarmuji juga mendorong pemerintah memanfaatkan momentum ini untuk memperluas ekspor nonmigas ke kawasan Timur Tengah, termasuk memperkuat kerja sama perdagangan dan energi dengan berbagai negara di kawasan tersebut. Menurutnya, perdamaian yang tercipta harus mampu diterjemahkan menjadi manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat Indonesia.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang. Pemerintah dinilai perlu mendiversifikasi sumber energi dan memperluas kerja sama dengan berbagai negara pemasok agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada satu kawasan atau sumber energi tertentu ketika terjadi gejolak geopolitik global.