Qodari Soal Aksi Mahasiswa di UGM: Ketidaksetujuan Harus Dijawab dengan Dialog
1 min read

Qodari Soal Aksi Mahasiswa di UGM: Ketidaksetujuan Harus Dijawab dengan Dialog

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, menegaskan bahwa dialog merupakan unsur penting dalam kehidupan demokrasi. Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi insiden yang membuat sebuah diskusi di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) berlangsung tidak kondusif.

Menurut Qodari, demokrasi hanya dapat berjalan dengan baik apabila terdapat ruang dialog antara berbagai pihak. Ia menilai perbedaan pandangan atau ketidaksetujuan terhadap kebijakan pemerintah seharusnya disampaikan melalui diskusi dan pertukaran gagasan, bukan dengan menghentikan jalannya forum yang sedang berlangsung.

Diskusi yang digelar di kawasan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM tersebut menghadirkan sejumlah pejabat pemerintah, di antaranya Budiman Sudjatmiko, Nusron Wahid, dan Sudaryono. Acara sempat berlangsung lancar sebelum sejumlah mahasiswa melakukan aksi penolakan yang menyebabkan suasana diskusi menjadi tidak kondusif.

Qodari juga menanggapi tuntutan sebagian mahasiswa terkait penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang telah disampaikan kepada masyarakat dalam masa kampanye dan memperoleh mandat melalui proses demokrasi.

Meski demikian, Qodari menilai masukan dan kritik terhadap pelaksanaan program tetap terbuka, terutama yang berkaitan dengan aspek teknis dan implementasi di lapangan. Ia menegaskan pemerintah akan terus membuka ruang komunikasi dan dialog guna meningkatkan kualitas berbagai program prioritas nasional yang sedang dijalankan.