Wapres Dorong Literasi AI, Tekankan Pentingnya Etika dan Kreativitas
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, mengajak pelajar dan guru di seluruh Indonesia untuk menguasai teknologi artificial intelligence (AI) guna menghadapi transformasi digital yang berkembang semakin pesat.
Menurut Gibran, perkembangan teknologi telah mengubah fokus dari literasi baca tulis menuju literasi digital, dengan kecerdasan buatan menjadi salah satu pendorong utama perubahan tersebut. Karena itu, generasi muda tidak cukup hanya menjadi pengguna, tetapi juga harus mampu memahami dan menguasai teknologi yang terus berkembang.
Ia menekankan bahwa AI seharusnya dimanfaatkan sebagai alat untuk mempercepat proses belajar, membantu pencarian informasi, mempermudah penguasaan bahasa asing, hingga menyederhanakan berbagai persoalan akademik. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut tetap harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kemandirian dalam belajar.
Selain kepada pelajar, Gibran juga mendorong para guru dan orang tua untuk terus meningkatkan kompetensi digital. Menurutnya, AI dapat membantu tenaga pendidik mengurangi beban administrasi, menyusun materi pembelajaran yang lebih menarik, hingga menyiapkan evaluasi belajar secara lebih efektif.
Wapres juga mengingatkan pentingnya etika dalam penggunaan AI agar tidak disalahgunakan untuk penyebaran hoaks, plagiarisme, maupun pelanggaran privasi. Ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab dan integritas sehingga dapat menjadi fondasi menuju terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 yang lebih maju, cerdas, dan berdaya saing global.
