Operasi Pasar di 134 Daerah, Pemerintah Jaga Harga Beras Jelang Nataru
Pemerintah memperkuat pasokan dan distribusi pangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) untuk menjaga stabilitas harga serta mengantisipasi dampak El Niño dan ketidakpastian global. Langkah yang disiapkan meliputi penguatan cadangan pangan, operasi pasar, dan pengawasan distribusi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, persiapan dilakukan sejak dini untuk mengantisipasi peningkatan permintaan pada akhir tahun. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit di sejumlah daerah dipengaruhi gagal panen akibat cuaca ekstrem dan kemarau panjang.
Untuk mengatasi kekurangan pasokan, pemerintah memfasilitasi perdagangan antardaerah bagi komoditas cabai, daging ayam ras, dan telur. Pemerintah daerah bersama Perum Bulog juga menggelar operasi pasar di 134 daerah yang mengalami kenaikan harga beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa stok beras nasional berada pada tingkat tertinggi sepanjang sejarah. Pemerintah tetap mengantisipasi El Niño melalui optimalisasi lahan, perbaikan irigasi, dan penggunaan benih tahan kekeringan. Selain itu, lima tim diterjunkan untuk memantau 100 daerah penerima bantuan benih cabai, pupuk, dan sarana produksi pertanian.
Pemerintah juga menyiapkan dukungan pasokan jagung untuk membantu peternak kecil memenuhi kebutuhan pakan. Berbagai langkah tersebut diharapkan menjaga ketersediaan pangan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat menjelang Nataru hingga Ramadan mendatang.
