PDIP Soroti Efisiensi SPPG dan Usulkan Libatkan UMKM Kantin Sekolah
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Adian Napitupulu mengkritik mekanisme program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini dikelola melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia menilai, alih-alih membangun sistem baru yang membutuhkan biaya besar, pemerintah seharusnya dapat memberdayakan kantin-kantin sekolah yang sudah ada.
Menurut Adian, keterlibatan kantin sekolah dalam program MBG akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha kecil di lingkungan pendidikan. Ia menyebut terdapat potensi sekitar ratusan ribu sekolah dengan jutaan kantin yang dapat ikut terlibat dalam program tersebut.
Selain aspek pemberdayaan UMKM, ia juga menilai skema ini dapat menekan biaya pembangunan fasilitas SPPG yang dinilai tidak efisien. Dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada, pelaksanaan program disebut bisa lebih hemat dan tepat sasaran.
Adian juga menyoroti aspek pengawasan dan keamanan pangan. Menurutnya, pelibatan kantin sekolah justru berpotensi meningkatkan kontrol kualitas makanan karena lebih dekat dengan lingkungan sekolah dan mudah diawasi secara langsung.
Sementara itu, pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) diketahui tengah mengevaluasi pelaksanaan program MBG, termasuk opsi pelibatan kantin sekolah, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah ini juga dikaji untuk meningkatkan efisiensi anggaran sekaligus memperluas jangkauan penerima manfaat program.
