Revitalisasi RSUD dan Puskesmas, Pemerintah Targetkan Layanan Kesehatan Merata
Pemerintah memperkuat akses layanan kesehatan masyarakat melalui peningkatan kelas 66 rumah sakit umum daerah (RSUD) dari kelas D atau D Pratama menjadi kelas C. Program yang berlangsung bertahap pada 2025–2027 ini ditujukan agar masyarakat memperoleh pelayanan medis yang memadai tanpa harus dirujuk ke kota besar.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per September 2026, sebanyak 21 dari 22 RSUD yang menjadi target pada 2025 telah selesai dibangun, dengan 18 rumah sakit sudah beroperasi. Untuk target 2026, sebanyak 18 dari 20 RSUD telah memulai pembangunan, sedangkan 24 RSUD yang dijadwalkan pada 2027 masih dalam tahap perencanaan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pengembangan RSUD dilakukan untuk memperluas pemerataan pelayanan kesehatan, termasuk di wilayah kepulauan dan kawasan timur Indonesia. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menambahkan, penguatan tersebut juga mencakup penempatan tenaga medis agar masyarakat di berbagai daerah memperoleh layanan dengan kualitas yang setara.
Selain rumah sakit, pemerintah merevitalisasi Puskesmas melalui Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP). Pendekatan ini mengatur pelayanan berdasarkan siklus hidup, mulai dari bayi dan anak hingga lanjut usia. Hingga saat ini, sebanyak 9.000 Puskesmas telah menerapkan ILP dan 7.508 Puskesmas berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Penguatan fasilitas kesehatan juga dilakukan melalui distribusi sekitar 300.000 alat antropometri ke Posyandu dan 10.000 alat ultrasonografi (USG) ke Puskesmas. Kemenkes turut merencanakan penguatan 10.000 Puskesmas dengan perangkat sinar-X untuk mendukung skrining tuberkulosis (TBC) dan teknologi diagnosis molekuler.
Pemerintah juga menargetkan pembangunan 1.988 Puskesmas baru pada 2027–2029 untuk membantu mengurangi beban pelayanan, terutama di wilayah berpenduduk padat. Melalui penguatan RSUD dan Puskesmas, pemerintah berupaya mengintegrasikan layanan pencegahan, deteksi dini, penanganan awal, hingga perawatan lanjutan agar lebih mudah dijangkau masyarakat.
